Kamis, 27 Juni 2013
Disaat kepergianmu
Bagaimana aku bisa berhenti merasa dimiliki dan memiliki ? Kalau kedekatan itu masih terjalin dengan status hubungan yang klise
Tadi malam aku terbangung dan duduk di kursi pinggir jendela, aku menatap rumah disebrang sana. Aku tak bisa tidur lelap, otakku terus berorentasi memikirkan dia. Bayangan wajahnya selalu hadir dalam atap rumahku. Ah.. entah apa yang ku rasakan ini. Rindu ? tak mungkin! aku terlalu lancang bila harus merindukan tetangga rumahku sendiri.
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Rasanya aku ingin berlari kerumahnya, ingin ku meloncati pagar rumahnya, membuka pintu rumahnya tanpa permisi, dan lansung menyergap dia di kamar tidurnya. Andai saja aku mempunyai keberanian itu.
Kenapa bulan terlalu lama bersinar ? Kenapa bintang masih mau bergelantungan di langit ? Kenapa tak segera diganti oleh matahari, sinar yang paling hangat, yang membuatku tenang. Aku ingin pagi ! Agar pertanyaanku tak hanya menjadi teka-teki yang sulit terpecahkan, tapi menjadi jawaban logis yang penuh penjelasan.
Aku tak benar-benar tidur malam itu. Aku justru menunggu pagi. Sebelum ayam berkokok aku sudah lebih siap menyambut pagi.
Ini adalah hari Minggu pagi. Hari dimana aku bisa menghabiskan waktu bersama dia seharian. Dia selalu mengajakku ke kebun milik kakeknya, hanya untuk sekedar bermain di rumah pohon. Ah mungkin terlihat terlalu kekanak-kanakan, tapi semua terasa menyenangkan bagiku.
"Pagi adek manis :)" sapa dia penuh dengan senyuman "pagi, kak" jawabku dengan singkat
"Duh dasar mata panda! semaleman kamu gak tidur lagi ? abis ngapain si de ?"
"emm..akuu..... akuuu...a..a..abissss...."
"Kenapa kamu ngedadak jadi gagap gitu ? hahaa ayo naik ke sepedah aku mau nunjukin sesuatu sama kamu"
Aku tak menjawab pertanyaannya, aku langsung duduk di belakang dia, berpegangan erat dan memeluk punggungnya. Punggungnya yang tegap dan wangi parfumnya mampu membuatku tenang. Sepanjang jalan tak ada percakapan, aku hanya memandangi punggungnya saja.
--------Sesampainya dirumah pohon---------
"De, ini buat kamu..." dia menyodorkan kalung sederhana, berinisial A&D, insial namaku dan dia..
"Waahhh... bagus banget! Tumben nih, ini pasti ada maunya kan ? ceritanya mau nyogok aku nih biar bilang ke mamah kalau kakak mau main ps lagi dirumah?" tanyaku dengan polos dan penuh canda
"Aku maun ngomong serius de, aku mau pergi"
Pagi itu seolah kilat menyambar hatiku, menghancurkannyaa.
"Untuk apa pergi? Apa untuk mencari kebahagiaan yang lain ? Dan membiarkan aku sendiri disini dalam kesendirian lagi ?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirku, air mata ini mengalir begitu saja tanpa kuminta.
Dia menyeka air mataku "Jangan menangis sayang.. aku memang akan pergi darimu, tapi aku tak benar-benar pergi darimu, aku akan tetap hidup dalam hatimu"
"Sayang? Memangnya kamu anggap aku apaaa ?"
"Kamu orang terpenting bagiku, penting bagi kehidupanku. Ayahku berpindah tugas ke luar negri, aku harus ikur dengan orang tuaku. Kumohon tunggu aku disini, hingga kamu merasa bosan untuk menunggu."
"Pergilah bila itu yang kamu mau!" ujarku dengan penuh amarah.
"Aku pergi sore nanti, maaf bila ini semua terlalu cepat, ini kunci rumahku, kamu bisa saja mengunjungi rumahku kapanpun yang kamu mau"
Dia membiarkanku sendirian. Mungkin dia memberi waktu untuk menerima kepergiannya. Entah kenapa aku harus menangis dihadapannya, seoalah aku sedang mengemis cintanya dan menahannya pergi. Ah siapa aku ? aku takkan mungkin bisa menahannya pergi, meski aku orang terpenting baginya. Aku bahkan lupa menanyakan tentang kejelasan hubungan ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
Menyediakan Deposit Via Pulsa TELKOMSEL / XL
Dompet Digital Via OVO, DANA, LINK AJA DAN GOPAY
Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
WA : +855 88 868 8229
Online 24Jam Bosku
www.dewa-lotto.site
www.dewa-lotto.club