Dia itu malaikat. Malaikat yang pelupa. Karena kemanapun dia terbang dia tak pernah memakai sayapnya. Dia itu selalu bercahaya. Sinar mentari selalu menerangi wajahnya yang tampan itu. Dia itu selalu mampu menyejukkan hatiku. Dengan bantuan angin, dia mampu mengusir kesedihan dan mengganti dengan kebahagian. Dia itu lelaki paling istimewa ❤
Dia memang bukan superman, yang akan datang dikala diminta pertolongan. Dia memang bukan spiderman, yang mengandalkan jaring laba-labanya mengusir penjahat. haha dia juga bukan seorang penyihir layaknya harry potter, yang punya tongkat ajaib yang mampu membunuh voldemort. Tapi dia itu lelaki hebat. Dia selalu ada disisiku, disaat senang atau sedih tanpa diminta. Dia tak punya kekuatan layaknya superhero itu, tapi dia punya kekuatan yang mampu menghapus sedihku.
Perkenalan yang takpernah kuduga. Membuat aku-dan dia memiliki waktu lama untuk beradu pandang. Memiliki kesempatan untuk lebih mengenali satu sama lain. Aku lupaaa... aku sudah lebih dulu mengenal dia, aku sudah lebih dulu mengetahui tentang dia, karena aku adalah penguntitnya dibalik jendela rumah.
Mungkin, dia sudah mulai peka akan arti dari setiap tatapanku, akan kode dibalik candaanku. Terima kasih. Kamu mulai melengkapi kebahagian kecilku. Dunia terasa lebih menarik setelah kehadiranmu. Dulu, hujan takpernah kusukai. Karena bagiku hujan hanya membawa awan hitam dan kesedihan. Tapi setelah ada dia, aku selalu menunggu hujan reda. Karena setelah hujan itu, pasti ada pelangi cantik yang menghiasi langit. Dan karena setelah hujan itu, dia selalu mengajakku mengejar pelangi. Menurut dia, pelangi itu harus segera dikejar karena bertahan hanya sebentar, sama seperti kebahagian, datangnya selalu dibelakang kesedihan, tapi harus segera dikejar. Dia selalu mengabadikan pelangi itu dengan kameranya. Pelangi selalu menjadi objek menarik untuk dia potret. Apakah aku menjadi objek menarik juga untuk dia pandang ? entahlah, pertanyaan konyol itu takkan mungkin aku lontarkan, dan mungkin tak ada jawabnya.
Aku hanya menikmati waktu ini. Waktu dimana aku bisa melihatmu tertawa lepas, waktu dimana kamu kecewa karna tak berhasil mengejar pelangi. Setiap raut wajahmu itu hanya aku abadikan melalui lukisan, yang keindahannya tak sebanding dengan kenyataan. Aku menikmati waktu bersamamu, meski tanpa ada ikatan, meski tanpa kejelasan, yang penting aku bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar