Kamu terlihat makin akrab dengan dia. Dia sosok perempuan yang baru kamu kenal, sejak tahun ajaran baru. Kedekatan kalian seolah makin terjalin semenjak pertemuan pertama itu. Diantara kalian seolah ada saja yang selalu dibicarakan berdua. Kalian semakin terlihat kompak. Ahh andai saja yang ada disisimu itu aku.
Kamu hanya menatap mata dia saja, berbicara berdua tanpa memperdulikan yang lain. Kamu seolah terfokus kepada dia. Kamu bahkan tak sadar, bahwa ada aku yang sedang menonton drama romantis itu dengan perasaan sakit hati. Aku bagaikan penonton, yang tak punya kekuasaan untuk berbicara "cut" layaknya sutradara untuk menghentikan adegan romantis itu.
Andai saja aku yang sedang menjalani adegan romantis itu. Kenapa harus orang baru itu yang mengisi hari-harimu? kenapa aku orang lama yang ada didekatmu, seolah tersingkirkan oleh kehadiran dia? Aku juga ingin merasakan kedekatan itu, tertawa karena celotehanmu, dan tersipu malu karena tatapan matamu.
Kamu dan dia memang sekedar berteman. Aku masih ada peluang untuk mendekatimu, tapi aku tak berani merusak rencana Tuhan yang sedang menyatukan dua anak manusia itu menjadi satu. Mungkin aku akan membiarka rencana Tuhan yang indah itu tetap terjadi. Tapi jujur, tak akan semudah itu.
Mungkin selama ini kamu menganggapku hanya sahabat.Karena dengan mudahnya kamu mulai curhat kepadaku tentang isi hatimu, tentang perasaanmu kepada dia. Kamu melontarkan pertanyaan tentang pendapatku soal perempuan yang kamu taksir itu. Aku hanya berusaha tersenyum didepanmu, menjawab setiap pertanyaan itu dengan seperlunya. Apa kamu tak sadar? dibalik itu semuan terselip rasa sakit? Kamu menceritakan perasaanmu tentang perempuan itu didepan aku! Sahabatmu yang diam-diam mencintaimu. Seorang sahabat yang baik, mungkin akan mendukungmu untuk menjalin kasih dengan dia. Tapi apa aku mampu melakukan itu? dan mengorbankan perasaanku sendiri? ahhh aku tak setegar batu, aku rapuh! maafkan aku yang mengingkari janji persahabatan kita, aku malah jatuh hati padamu. Dan kini kamu mulai menyadarkanku, bahwa terkadang semua kedekekatan itu tak harus berakhir dengan hubungan berpacaran. Adakalanya kita tetap begini tetap menjadi sahabat.
Sabtu, 21 September 2013
Sabtu, 14 September 2013
Aku Pengagum Rahasiamu
Aku telah jatuh cinta diam-diam kepadamu. Aku selalu mengamati setiap gerak gerikmu. Apapun yang kamu lakukan, selalu menjadi objek menarik untuk aku pandangi. Mata ini seolah selalu tertuju kepadamu. Dimanapun kamu, seberapa jauhpun kamu, seolah selalu terlihat oleh mata ini. Keberadaanmu seolah mempunyai kontak batin dengan hati ini. Aku selalu menengok, mencari keberadaanmu.
Apa kamu sadar ? Bahwa disetiap aktivitasmu, ada mata yang selau menatapmu penuh harap. Setiap senyumanmu, mampu mengobarkan semangatku untuk selalu giat bersekolah. Ahhh barangkali kamu memang tak sadar, bahwa ada aku pengagum rahasiamu.
Mungkin lebih baik begini saja. Kamu tetap menjadi kamu yang selalu ku kagumi. Dan aku tetap menjadi aku yang menjadi pengagum rahasiamu. Aku takkan berharap lebih, karena aku cukup tahu diri akan posisiku. Aku ini seakan kurcaci, terlihat kecil dibanding perempuan disekelilingmu, yang juga menaruh hati padamu. Dan kamu takkan mungkin memilih aku, sang kurcaci.
Keberadaanku takkan mungkin kamu sadari. Aku terlalu kecil dibanding mereka. Aku tak semenarik bunga-bunga itu. Aku ini tak berwarna. Kamu pasti lebih memilih yang menarik, dan yang berwarna. Nyaliku seolah ciut sebelum berperang menggapaimu. Aku lebih baik tetap berdiri disini, memandangimu ditempat yang tak kamu ketahui.
Bila ada yang bertanya, "sampai kapan meencintai dia secara diam-diam?" aku akan menjawab dengan pasti, aku akan berhenti mencintaimu diam-diam ketika aku sudah tak sanggup lagi menunggumu.Ya memang, jatuh cinta itu indah, tapi akan terasa menyakitkan ketika kamu takpernah tau.
Apa kamu sadar ? Bahwa disetiap aktivitasmu, ada mata yang selau menatapmu penuh harap. Setiap senyumanmu, mampu mengobarkan semangatku untuk selalu giat bersekolah. Ahhh barangkali kamu memang tak sadar, bahwa ada aku pengagum rahasiamu.
Mungkin lebih baik begini saja. Kamu tetap menjadi kamu yang selalu ku kagumi. Dan aku tetap menjadi aku yang menjadi pengagum rahasiamu. Aku takkan berharap lebih, karena aku cukup tahu diri akan posisiku. Aku ini seakan kurcaci, terlihat kecil dibanding perempuan disekelilingmu, yang juga menaruh hati padamu. Dan kamu takkan mungkin memilih aku, sang kurcaci.
Keberadaanku takkan mungkin kamu sadari. Aku terlalu kecil dibanding mereka. Aku tak semenarik bunga-bunga itu. Aku ini tak berwarna. Kamu pasti lebih memilih yang menarik, dan yang berwarna. Nyaliku seolah ciut sebelum berperang menggapaimu. Aku lebih baik tetap berdiri disini, memandangimu ditempat yang tak kamu ketahui.
Bila ada yang bertanya, "sampai kapan meencintai dia secara diam-diam?" aku akan menjawab dengan pasti, aku akan berhenti mencintaimu diam-diam ketika aku sudah tak sanggup lagi menunggumu.Ya memang, jatuh cinta itu indah, tapi akan terasa menyakitkan ketika kamu takpernah tau.
Senin, 09 September 2013
Galau di sosmed
Lagi galau gak? atau pernah ngerasain galau kan? Pasti pengen ngeshare ke semua orang tentang isi hati kita. Yaa bisa lewat curhat sama sobat deket atau ngeshare lewat sosial media. Duhh.. aku pernah tuh dulu gitu, kena demam gegana (gelisah-galau-merana) ngeshare di semua akun sosial media, iya sih awalnya ngerasa plong karena udah berhasil ngeluarin unek-unek yang dirasa. Tapi inget, gak semua orang ngerespon dengan hal positif, mungkin orang-orang terdekat bakalan merhatiin kamu, tapi orang yang jauh dari kamu pasti ngejudge kamu sebagai "ratu/raja galau". Gak mau kan di cap kayak gitu?
Iya sih itu emang akun sosial media kamu. Apapun boleh kamu share. Tapi jangan setiap detik kamu perbaharui status kamu dengan hal-hal galau. Siapa tahu diluar sana ada orang yang risih dengan beranda yang dipenuhi sama status kamu yang lagi galau. Gak semua yang ada dipikiran kamu bisa dishare di sosial media. Tetep harus ada pembatas antara hal pribadi dengan hal umum. Lagian dengan kamu share isi hati kamu yang galau, bisa bikin si doi-si mantan ngerasa kalau kamu itu gak bisa hidup tanpa dia. Meski baru putus atau apa gituu, kamu harus tetep semangat! Hidup masih panjang, dan yakin deh masa depan kamu bakalan cerah.
Ada banyak cara biar kamu gak ngegalau di sosial media. Kamu bisa share cerita kamu di blog, kayak aku gini. Blog itu bisa kamu pake bercerita sepanjang mungkin, gak mesti takut diprotes sama orang lain karena menuhin beranda gara-gara status galau kamu di sosmed. Atau nulis cerita kamu di notes yang ada di aplikasi android, tapi inget jangan lupa pake password. hehee
Jadi inget yaaa, gak mesti galau di sosmed lagi, ada cara lain yang bisa dilakuin. Buat yang lagi galau, semoga cepet sembuh yaa. hehee Keep smile #langsungjogedalacaesar#wkwk
Iya sih itu emang akun sosial media kamu. Apapun boleh kamu share. Tapi jangan setiap detik kamu perbaharui status kamu dengan hal-hal galau. Siapa tahu diluar sana ada orang yang risih dengan beranda yang dipenuhi sama status kamu yang lagi galau. Gak semua yang ada dipikiran kamu bisa dishare di sosial media. Tetep harus ada pembatas antara hal pribadi dengan hal umum. Lagian dengan kamu share isi hati kamu yang galau, bisa bikin si doi-si mantan ngerasa kalau kamu itu gak bisa hidup tanpa dia. Meski baru putus atau apa gituu, kamu harus tetep semangat! Hidup masih panjang, dan yakin deh masa depan kamu bakalan cerah.
Ada banyak cara biar kamu gak ngegalau di sosial media. Kamu bisa share cerita kamu di blog, kayak aku gini. Blog itu bisa kamu pake bercerita sepanjang mungkin, gak mesti takut diprotes sama orang lain karena menuhin beranda gara-gara status galau kamu di sosmed. Atau nulis cerita kamu di notes yang ada di aplikasi android, tapi inget jangan lupa pake password. hehee
Jadi inget yaaa, gak mesti galau di sosmed lagi, ada cara lain yang bisa dilakuin. Buat yang lagi galau, semoga cepet sembuh yaa. hehee Keep smile #langsungjogedalacaesar#wkwk
Langganan:
Postingan (Atom)