Entah mengapa kamu selalu menjadi objek menarik untuk dilihat. Kamu mempunyai gaya magnet tersendiri, hingga mata ini terus ingin memandangmu. Aura wajahmu seolah membangkitkan semangatku dipagi hari. Kamu seolah penyihir, yang mampu menghipnotis aku. Kamu tetangga yang menarik.
Aku bisa dibilang seorang penguntit. Karena aku selalu ingin tahu setiap gerak-gerik yang kamu lakukan. Selama pengintaian dibalik jendela, aku bisa tahu aktifitas mu dirumah. Aku tahu kapan kamu biasa pergi sekolah, kapan kamu pulang sekolah, kapan kamu mencuci motor kesayanganmu, dan kapan kamu bermain gitar di teras rumahmu. Bahkan kini aku mulai tahu caramu membuatku tersenyum! haha.. Kamu tetangga yang baik, kamu selalu menyapa aku setiap kita berpapasan. Sapaanmu mungkin singkat dan biasa saja, tapi bagiku saat kamu menyapa, dunia serasa bergerak secara slow motion, indah untuk dinikmati.
Ah.. mungkin kamu tak pernah sadar tentang apa yang kulakukan selama ini. Aku yang selalu m emandangi rumahmu dari balik jendela, dan selalu berharap setiap suara pagar terbuka itu adalah kamu! Barangkali kamu tak peka, akan setiap senyumanku setiap kali kita berpapasan. Mungkin kamu hanya menanggapku tetangga biasa.
Apa kamu tahu ? Aku selalu bersemangat ketika disuruh oleh ibu untuk mengantar kue pesanan ibumu kerumahmu. Aku selalalu bersemangat ketika menyiram bunga di sore hari, karena disebrang sana kamupun sedang mencuci motor kesayanganmu. Kamu selalu menyapaku, mengobrol dengan kata yang menggoda hatiku! Aku selalu menikmati saat kamu mulai jahil, menyemprotku dengan air itu, aku dan kamu terlibat dalam keakraban sore hari itu. Bahkan aku mulai senang akan panggilanku, kamu yang selalu memanggilku dengan sebutan "ade pengantar kue". Aku tak pernah merasa bosan, saat kamu mulai menanyakan soal kue ibuku, atau sekedar memuji kelezatan kue itu. Ah..barangkali kamu tak pernah sadar akan kebahagian kecil yang sedang aku rasakan.
Aku tak pernah terlewat satu momenpun tentang kamu. Karena disekolahpun aku masih bisa memandangimu. Aku tak pernah absen melihat kamu saat latihan basket. Meski aku hanya memandangi kamu dibalik jendela kelas. Entah mengapa jendela adalah tempat favoritku untuk mengamati gerak-gerikmu. Jendela adalah tempat yang aman ketika aku sedang memandangimu. Aku tak mau terang-terangan membututimu, karena aku tak mau disebut adik kelas yang lancang.
Kamu memang kakak kelasku, tapi kamu juga adalah tetanggaku yang menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar